Apa itu MABIMS?
MABIMS singkatan dari Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura.Istilah ini merujuk pada kesepakatan kerja sama keempat negara tersebut, khususnya kriteria rukyah (pengamatan hilal) yang dipakai Kemenag RI untuk menentukan awal bulan Hijriah di Indonesia: awal Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, dan bulan-bulan lainnya.
Dalam praktik sehari-hari, MABIMS paling sering muncul sebagai nama kriteria visibilitas hilal. Kriteria itulah yang menjadi dasar perhitungan kalender Hijriah resmi Indonesia, sekaligus bahan pertimbangan saat Sidang Isbat.
Apa itu kriteria MABIMS?
Kriteria MABIMS adalah syarat minimal agar hilal (sabit bulan muda) dianggap bisa dilihat pada malam penentu awal bulan. Versi yang berlaku sekarang disebut Neo MABIMS:
| Parameter | Ambang batas |
|---|---|
| Ketinggian hilal (altitude, toposentrik) | ≥ 3,0° |
| Elongasi bulan-matahari (geosentrik) | ≥ 6,4° |
Kedua syarat harus terpenuhi bersamaan saat matahari terbenam lokal pada hari ke-29. Angka ini bukan angka bulat asal: hasilnya diturunkan dari kompilasi data rukyah global yang menunjukkan sabit terlalu tipis dan sulit diamati pada ketinggian dan elongasi yang lebih rendah.
Penjelasan resminya bisa dibaca di MUI serta pengumuman pemerintah di Setkab.
Sejarah kriteria MABIMS: dari 2-3-8 ke Neo MABIMS
Kriteria yang dipakai Indonesia tidak lahir seketika. Ringkasnya:
- 1992: Indonesia memakai kriteria 2-3-8 (ketinggian ≥ 2°, elongasi ≥ 3°, umur bulan ≥ 8 jam).
- 2016: Muzakarah Rukyah dan Takwim Islam MABIMS di Malaysia membahas penyempurnaan kriteria.
- 2017: Seminar Internasional Fikih Falak di Jakarta menghasilkan Rekomendasi Jakarta.
- 2021: Kriteria baru ditandatangani lewat surat bersama ad referendum.
- 2022: Neo MABIMS resmi diterapkan; kriteria 2-3-8 dihapus.
- 2023: Kemenag mulai menerbitkan tabel kalender yang dihitung dengan Neo MABIMS.
Alasan perubahannya sederhana: pada hilal rendah dengan elongasi kecil, sabit memang belum layak diamati secara kasat mata. Kriteria lama terlalu permisif untuk kondisi itu.
Di balik layar: cara menentukan awal bulan Hijriah
Awal bulan Hijriah di Indonesia tidak muncul dari satu perhitungan saja. Alurnya kira-kira begini:
- Hisab. Posisi bulan dan matahari dihitung secara astronomis. Dari situ diketahui ketinggian hilal dan elongasi saat matahari terbenam pada hari ke-29.
- Uji kriteria MABIMS. Angka hisab dibandingkan dengan ambang 3° dan 6,4°. Kalau lolos di titik pengamatan manapun di Indonesia, tanggal diprediksi bulan 29 hari; kalau tidak, bulan berjalan 30 hari.
- Tabel kalender Kemenag. Hasilnya diterbitkan sebagai kalender resmi untuk satu tahun ke depan (biasanya rilis Oktober). Tabel ini yang jadi rujukan administrasi pemerintah, sekolah, dan lembaga.
- Rukyah. Pada malam hari ke-29, pengamat melihat langsung hilal di langit. Data hisab membantu menentukan kapan dan ke mana harus melihat, bukan menggantikan pengamatan.
- Sidang Isbat dan pengumuman. Hasil rukyah dibacakan, keputusan diambil, lalu Kemenag mengumumkan tanggal resmi.
Intinya: perhitungan mempermudah administrasi dan memandu rukyah. Putusan akhir tetap milik proses pengamatan dan sidang.
Kenapa sidang isbat tetap diperlukan?
Kriteria MABIMS adalah prediksi berbasis imkanur ru'yah, yaitu kemungkinan hilal bisa dilihat. Prediksi bukan keputusan. Malam ke-29 bisa berakhir dengan hilal yang jelas terlihat, menyelimuti awan, atau memang tidak tampak. Karena itu:
- Perhitungan dipakai untuk menyiapkan kalender, jadwal, dan administrasi jauh sebelum hari-H.
- Hasil rukyah pada malam ke-29 tetap yang mengikat.
- Sidang Isbat adalah forum resmi untuk membacakan hasil dan menetapkan tanggal.
- Kalau hasilnya beda dengan kalender terbit, keputusan sidang yang dipakai. Selisih biasanya maksimal 1 hari.
Kalau sebuah sistem perangkat lunak perlu mengikuti koreksi seperti ini, lihat bagaimanamekanisme koreksi Sidang Isbat ditangani di API mabims.dev.
MABIMS vs Umm al-Qura
Banyak API dan library kalender Hijriah memakai Umm al-Qura sebagai default. Umm al-Qura adalah kalender resmi Arab Saudi. Untuk konteks Indonesia, perbedaannya cukup berpengaruh:
| MABIMS | Umm al-Qura | |
|---|---|---|
| Otoritas | Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura | Arab Saudi |
| Dasar | Rukyah daerah Indonesia, diverifikasi lewat Sidang Isbat | Rukyah mengikuti kondisi daerah Saudi |
| Konteks Indonesia | Sesuai pengumuman Kemenag | Bisa selisih ±1 hari |
Perbandingan lebih lengkap ada di FAQ, termasuk kenapa tanggal di Google sering beda dengan pengumuman pemerintah Indonesia.
MABIMS kriteria vs mabims.dev API
MABIMS adalah kriteria dan kalender negara. mabims.dev adalah proyek open-source yang menyediakan data itu lewat REST API. Hubungannya sederhana:
- Sumber utama: tabel kalender publik yang diterbitkan Kemenag RI.
- Di luar cakupan tabel: dihitung ulang dengan kriteria Neo MABIMS (ditandai
source: mabims-computed). - Status: unofficial dan independen, tidak berafiliasi dengan Kemenag atau MABIMS.
- Biaya: gratis, tanpa API key.
mabims.dev bukan pengganti pengumuman resmi. Untuk kepastian hukum syar'i, rujukannya tetap pengumuman Kemenag.
Siapa yang butuh API kalender Hijriah?
Beberapa pihak yang paling sering memakai data semacam ini:
- Developer web dan mobile yang menampilkan tanggal Hijriah di aplikasi.
- Aplikasi masjid dan pesantren untuk jadwal puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha.
- Sekolah dan kampus Islam yang menyusun kalender akademik dua sistem penanggalan.
- Tim HR dan payroll yang butuh konversi tanggal Masehi ke Hijriah untuk dokumen.
- Media dan publisher yang merilis konten berbasis tanggal Islam.
Kalau itu kasus Anda, mulai dari Quickstart, coba konverter tanggal, atau lihat langsung kalender Hijriah di browser.
Pertanyaan umum tentang MABIMS
MABIMS dipakai negara mana saja?
Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Empat negara ini menyepakati kriteria visibilitas hilal yang sama supaya awal bulan Hijriah seragam di kawasan.Kapan kriteria MABIMS berlaku?
Neo MABIMS ditandatangani lewat surat bersama pada 2021 dan berlaku mulai 2022. Sebelumnya Indonesia memakai kriteria 2-3-8 yang berlaku sejak 1992.Siapa yang menetapkan awal bulan Hijriah di Indonesia?
Pemerintah, melalui pengumuman Kementerian Agama RI, biasanya setelah Sidang Isbat. Kriteria MABIMS menjadi dasar hisab dan rukyah; putusan resmi diambil pada malam pengamatan.Apakah hitungan MABIMS bisa berbeda dengan Sidang Isbat?
Bisa, meski jarang. Kalender terbit adalah prediksi berdasarkan kriteria Neo MABIMS. Kalau pada malam rukyah hasilnya berbeda, keputusan sidang yang mengikat. Selisihnya paling jauh sekitar 1 hari.Apa bedanya MABIMS dengan mabims.dev?
MABIMS adalah kriteria dan kalender resmi negara. mabims.dev adalah API open-source unofficial yang menyajikan data kalender Hijriah dari tabel publik Kemenag dan kriteria MABIMS. mabims.dev bukan produk resmi Kemenag atau MABIMS.Dokumentasi API: Quickstart ·Tentang ·FAQ
