FAQ
Apa itu MABIMS?
MABIMS singkatan dari Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura. Istilah ini lebih sering dipakai dalam konteks kriteria rukyah yang digunakan Kemenag RI untuk menentukan awal bulan Hijriah, khususnya awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Kriteria Neo MABIMS mensyaratkan hilal terlihat minimal 3° dan elongasi minimal 6,4° saat matahari terbenam. Penjelasan lengkap: Apa itu MABIMS?. Rujukan resmi: MUI.
Apa itu mabims.dev?
Mabims.dev adalah API open-source unofficial gratis untuk kalender Hijriah Indonesia. Menyediakan tanggal Hijri hari ini, konversi tanggal, kalender bulanan dan tahunan, data visibilitas hilal, serta jadwal hari besar Islam. Semuanya berdasarkan data kalender publik dari Kementerian Agama RI. Selengkapnya di halaman Tentang, atau langsung lihat kalender Hijriah MABIMS di browser.
Kenapa tanggal Hijriah di aplikasi saya beda dengan yang diumumkan pemerintah Indonesia?
Kebanyakan API dan aplikasi kalender Hijriah memakai kriteria Umm al-Qura (Arab Saudi) sebagai default. Karena metode rukyah dan lokasi pengamatannya berbeda, hasilnya bisa selisih ±1 hari dari keputusan resmi Kemenag, terutama untuk awal puasa, Idulfitri, dan Idul Adha.
MABIMS vs Umm al-Qura, mana yang lebih akurat untuk Indonesia?
Untuk keperluan di Indonesia, MABIMS lebih akurat karena berdasarkan imkan rukyah, sehingga dapat diverifikasi Kemenag RI melalui sidang isbat. Umm al-Qura dirancang untuk kebutuhan Arab Saudi dan tidak merepresentasikan hasil rukyah Indonesia.
Apakah API ini produk resmi Kemenag atau MABIMS?
Bukan. API ini independen, dibangun menggunakan data tabel publik Kemenag RI sebagai sumber. Untuk kepastian hukum syar’i, tetap rujuk pengumuman resmi Kemenag.
Bagaimana kalau hasil Sidang Isbat beda dengan kalender terbit Kemenag?
API mengikuti keputusan Sidang Isbat. Respons yang menyentuh bulan yang dikoreksi (dan bulan sebelumnya) membawa warning berawalan kemenag_override:. Sementara /meta menyimpan riwayatnya di divergences[] beserta table_version yang berubah setiap kali ada koreksi, bandingkan dengan nilai tersimpan Anda untuk tahu kapan harus menarik ulang data. Selama belum pernah ada koreksi, field-field ini kosong dan tidak mengubah perilaku API. Detail: Sidang Isbat & Koreksi.
Akses & Autentikasi
Section titled “Akses & Autentikasi”Apakah API ini gratis dan butuh API key?
Ya, gratis dan tanpa autentikasi. Cukup panggil endpoint langsung, tanpa registrasi atau API key.
Apakah bisa dipakai langsung dari frontend (client-side)?
Bisa. CORS bersifat terbuka, jadi bisa dipanggil langsung dari browser di domain manapun. Untuk detail rate limit dan kebijakan penggunaan wajar, lihat bagian Akses & Batas Rate di Quickstart.
Teknis
Section titled “Teknis”Apa bedanya source: "mabims" dan source: "mabims-computed"?
- `mabims: tanggal diambil langsung dari kalender publik Kemenag.
- `mabims-computed: dihitung otomatis dengan kriteria Neo MABIMS karena tanggal berada di luar cakupan tabel publik.
Data-nya sampai tahun berapa?
Cek info data terbaru di halaman Data Coverage. Di luar rentang itu, API menghitung otomatis (fallback) memakai kriteria Neo MABIMS. Responsnya akan menandai source: "mabims-computed" dan bukan "mabims". Tanggal di bawah tabel memerlukan retro=true dan ditandai mabims-retro.
Zona waktu apa yang dipakai secara default?
Default-nya Asia/Jakarta (UTC+7), khusus untuk endpoint /today. Bisa di-override dengan parameter tz memakai zona IANA (mis. Asia/Kuala_Lumpur) atau UTC offset (mis. UTC+8). Endpoint /convert tidak bergantung timezone karena sifatnya konversi tanggal, bukan “hari ini”.
Bagaimana cara konversi tanggal Masehi ke Hijriah atau sebaliknya?
Pakai endpoint GET /convert?date=YYYY-MM-DD&calendar=gregorian atau calendar=hijri sesuai arah konversi yang diinginkan. Lihat dokumentasi lengkap: Referensi API /convert & /range.
Bagaimana cara mengecek visibilitas hilal untuk bulan tertentu?
Gunakan endpoint /hilal/info untuk data kriteria, atau /hilal/viz untuk grafik visibilitas hilal (720×1280 PNG) yang menampilkan posisi bulan, arah sabit, verdict MEMENUHI KRITERIA/TIDAK MEMENUHI, dan titik pengamatan penentu; kriteria dievaluasi di titik-titik pesisir di seluruh Indonesia, dan respons melaporkan deciding_site saat kriteria terpenuhi.
Lainnya
Section titled “Lainnya”Bagaimana cara menampilkan tanggal Hijriah di website?
Panggil endpoint GET /today untuk tanggal hari ini, lalu tampilkan field day, month_name, dan year dari respons JSON. Contoh singkat:
const res = await fetch("https://api.mabims.dev/api/v1/today");const data = await res.json();const { day, month_name, year } = data.output;document.getElementById("hijri").textContent = `${day} ${month_name} ${year} H`;Untuk konversi tanggal tertentu, pakai GET /convert?date=YYYY-MM-DD&calendar=gregorian. Lihat Quickstart untuk panduan lengkap.
Bahasa pemrograman apa yang didukung?
Karena MABIMS.dev adalah REST API standar, bisa dipakai dari bahasa pemrograman apapun: JavaScript, PHP, Python, Dart, Swift, Kotlin, atau bahkan cURL langsung dari terminal. Tidak perlu library khusus, cukup panggil endpoint-nya.
Apakah data sesuai pengumuman resmi Kemenag?
Data source: "mabims" diambil langsung dari tabel publik Kemenag RI, sehingga sesuai dengan pengumuman resmi. Untuk tanggal di luar cakupan tabel, source: "mabims-computed" menggunakan kriteria Neo MABIMS yang bisa berbeda dari keputusan sidang isbat karena bersifat estimasi astronomi.
Kapan awal Ramadhan?
Gunakan endpoint GET /events?year=2026&calendar=gregorian untuk mendapatkan tanggal awal Ramadhan. Data berasal dari tabel resmi Kemenag untuk tahun yang sudah tersedia, atau dihitung dengan kriteria Neo MABIMS untuk tahun di luar cakupan tabel.
Kenapa tanggal Hijriah di Google beda?
Google dan kebanyakan aplikasi kalender menggunakan Umm al-Qura (standar Arab Saudi), bukan MABIMS (standar Indonesia). Karena lokasi pengamatan dan metode rukyah berbeda, hasilnya bisa selisih ±1 hari dari keputusan resmi Kemenag. Untuk tanggal yang sesuai standar Indonesia, pakai kalender Hijriah.
Hisab dan rukyah, apa bedanya?
Hisab adalah perhitungan astronomi untuk menentukan posisi hilal. Rukyah adalah pengamatan langsung hilal di langit. Kriteria Neo MABIMS menggabungkan keduanya: menggunakan perhitungan hisab (ketinggian hilal ≥ 3°, elongasi ≥ 6,4°) yang merepresentasikan apakah hilal bisa dirukyah secara visual. (Lihat juga ANTARA dan jurnal akademik tentang kriteria ini.) Namun untuk keputusan akhir, rukyah secara riil masih dibutuhkan, bersamaan dengan sidang isbat.
Apakah API ini open source?
Ya, kode sumbernya terbuka di GitHub: PijarAdiluhung/mabims-api. Kontribusi dan laporan isu selalu diterima.
Siapa yang membuat mabims.dev?
mabims.dev dibuat oleh Pijar Sukma Adiluhung, developer asal Indonesia yang juga penghobi astronomi amatir (nggak heran kalau endpoint /hilal/viz digarap detail). Proyek ini lahir dari pengalaman pribadi melihat banyak aplikasi kalender Hijriah di Indonesia pakai kriteria Umm al-Qura yang kurang pas untuk konteks lokal. Kamu bisa lihat proyek lain buatannya di kajian.malangmengaji.com, atau cek kode sumber mabims.dev di GitHub. Bisa juga baca tulisannya di /blog.
